Kamis, 08 Mei 2014

Analisis Penulisan Kalimat





Salah
Benar
Ø  Begitu juga halnya stasiun-stasiun televisi dengan siaran-siarannya yang sangat nihil dengan siaran yang bernuansa islami.




=================================
Ø  Hal ini kurang lebih sama dengan arti informasi yang obyektif, kontrol, kritik yang konstruktif dalam UU pers.




================================

Ø  Ketiga penemuan ini yang menjadi motor mempercepat tumbuhnya gerakan renaisans, gerakan kelahiran kembali peradaban Eropa yang lahir sejak sekitar abad 14 Masehi yang kelak menjadi titik awal zaman modern di Eropa, maka jauh sebelumnya di zaman kerajaan Abbasiah (abad VIII dan  X-an).







=================================
Ø  Berdasarkan fakta sejarah, mungkin dapat dilukiskan betapa gemilang dan berperannya media massa Islam sebagai sarana meningkatkan pemahaman terhadap Islam dalam kehidupan manusia. Lewat media yang berupa buku-buku, majalah dan bahan lektural lainnya prodak masyarakat muslim.







================================
Ø  Tetapi secara operasional tentu sama.
   Begitupun stasiun-stasiun televisi yang memiliki siaran yang sangat nihil dengan siaran yang bernuansa islami.

Penjelasan : Dalam penulisan pada kalimat yang salah terlalu luas dalam memberikan sebuah pendapat.
================================
Ø  Hal ini berarti informasi yang bersifat objektif, kontrol, dan kritik yang konstruktif dalam Undang-Undang Pers.

Penjelasan  : Dalam penulisan kalimat yang salah masih kurang tanda baca,.
================================

Ø  Ketiga penemuan ini menjadi penggerak untuk memper cepat tumbuhnya gerakan renaisans dan gerakan kelahiran peradaban Eropa di abad 14 Masehi yang akan menjadi titik awal zaman modern di Eropa, maka jauh sebelumnya kerajaan Abbasiyah (abad 8 dan 10-an Masehi)

Penjelasan: Penulisan kalimat pada kolom yang salah, masih belum sepadan banyak kata-kata yang tidak tepat dan penulisan keterangan tahun pun kurang tepat jika mengggunakan angka romawi.

================================
Ø  Berdasarkan fakta sejarah, dapat dilihat gemilang dan perannya media massa Islam sebagai sarana meningkatkan pemahaman Islam dalam kehidupan manusia, lewat media yang berupa buku-buku, majalah dan bahan lektural lainnya produk masyarakat Muslim.

Penjelasan: Dalam penulisan kalimat pada kolom sebelah kiri kalimat tersebut masih tidak dapat meyakinkan pembaca meskipun sudah mendapatkan sebuah fakta “ Berdasarkan fakta sejarah, mungkin dapat dilukiskan betapa gemilang”

===============================
Ø  Tetapi secara operasional tentu memiliki kesamaan.

Penjelasan : Kalimat pada kolom salah penulisan kalimatnya  masih tidak sesuai dalam penggunaa diksi.



Analisis Penulisan Kata
Salah
Benar



Analisisn Penulisan Diksi
Salah
Benar
Ø  Allahswt
Ø  Alquran
Ø  Sholat
Ø  Jikalau
Ø  Allah SWT
Ø  Al-Qur’an
Ø  Salat
Ø  Jika/kalau


Rabu, 09 April 2014

ketidakjelasan kalimat

assalamualaikum,wr,wb.

Baik, kali ini kami akan memberikan sedikit pengetahuan tentang ilmu bahasa Indonesia.
Hal ini menyangkut tentang "KETIDAKJELASAN UNSUR INTI KALIMAT" suatu kalimat yang baik memang harus mengandung unsur-unsur yang lengkap, dalam hal ini, kelengkapan unsur kalimat itu sekurang-kurangnya harus memenuhi dua hal, yaitu subjek dan predikat. Jika predikat kalimat itu berupa kata kerja transitif, unsur kalimat yang disebut objek juga harus hadir. Unsur lain, yakni keteranga, kehadirannya bersifat sekunder atau tidak terlalu dipentingkan.
Perhatikan contoh berikut :
1.      Pembangunan itu      untuk menyejahterakan masyarakat
Subjek                                           Keterangan

2.      Bagi para mahasiswa yang akan mengikuti ujian   harus melunasi           uang SPP               Keterangan                                                       Predikat                                Objek

Secara sekilas kedua kalimat itu tidak menyiratkan adanya kekurangan. Namun, jika diperhatikan secara cermat, tampaklah bahwa dalam kalimat (1) tidak terdapat unsure predikat, sedangkan pada kalimat (2) tidak terdapat unsur subjek. Kelompok kata pembangunan itu pada kalimat (1) meupakan subjek, dan sisanya merupakn keterangan, sedangkan pada kalimat (2) kelompok kata “bagi para mahasiswa yang akan mengikuti ujian” merupakan keterangan dan bagianlainya berupa predikat dan objek. Berdasarkan unsur-unsurnya, kalimat (1) berpola S – ket., sedangkan kalimat (2) tidak adanya unsur subjek. Agar kalimat tersebut menjadi lengkap, kalimat (1) data kita tambah dengan unsur predikat, misalnya kita tamah “bertujua” sehingga kalimat (1) itu menjadi “pembangunan itu bertujuan (untuk )menyejahterakan masyarakat”. Pada kalimat (2) unsur keterangan, yaitu “cara menghilangkan kata “bagi”. Dengan cara itu, kalimat (2) dapat diperbaiki menjadi “para mahasiswa yang akan mengikuti ujian harus melunasi uang SPP”.

Berdasarkan perbaikan tersebut maka dapt dilihat sebagai berikut :

1a).  pembangunan itu  menyejahterakan masyarakat.
            Subjek                          predikat           objek
1b). pembangunan itu  bertujuan (untuk)  menyejahterkan masyarakat.
            Subjek                          Predikat                       Pelengkap

2). Para mahasiswa yang akan mengikuti ujian  harus melunasi  uang SPP.
                               Subjek                          Predikat           Objek

Dengan demikian, pola kalimat perbaikan (1a) adalah S-P-0; (1b) adalah S-P-PEL., sedangakan pola kalimat perbaikan (2) adalah S-P-O.

Senin, 15 April 2013

Kapan Aku Menjadi Manusia Kembali

berjuta detik jam telah tersapu menghilang bersama debu-debu ingatan
pendengaran pun sudah tak tersa menyentuh sukma
semua bagai teriakan aungan dan gonggongan
tiada makna yang menjadi batu bara dalam dada

apa hanya lima belas tahun manusia kujalani
kapan aku menjadi manusia kembali
titik balihg membawaku ke pelangi hitam putih
dan kurasa kini hitam pun selalu menyelimuti

apakah ini beban yang tak sanggup kau jalani wahai awan dan pegunungan
mengapa engkau tak berteriak kepada kawan
siapa kah yang harus menjadi arah dibisunya sang batu
tiada hujan hanya embun yang tersisa

mengakar sudah jiwa-jiwa yang tak mau mengalah
mengakar sudah suara-suara yang selau ada
hanya jeritan dari jauh mencoba mengahpus semua itu

asma-Nya menenangkan semua

Minggu, 14 April 2013

Retorika




Retorika adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo). Titik tolak retorika adalah berbicara. Retorika berasal dari bahasa yunani rhetor, orator, theacher. Berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai tujuan tertntu (misalnya memberikan informasi atau member motivasi). Berbicara adalah salah satu kemampuan khusus pada manusia. Bahasa dan pembicaraan itu muncul, ketika manusia mengungkapkan dan menyampaikan pikiranya kepada manusia lain.
Retorika berarti kesenian untuk berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alam dan keterampilan teknis (ars, techne). Dewasa ini retorika diartikan sebagai kesenian untuk berbicara baik. Yang dipergunakan dalam proses komunikasi atanr manusia.
            Seni berbicara ini bukan hanya berarti berbicara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berbidato secara singkat, jelas, padat dan menvgesankan. Retorika modern mencakup ingatan yang kuat, daya kreasi dan fantasi yang tinggi, teknik pengungkapan yang tepat daya pembuktian serta penilaian yang tepat.
Retorika modern adalah gabungan yang serasi antara pengetahuan, pikiran, kesenian dan kesanggupan berbicara. Dalam bahasa percakapan atau bahasa popular, retorika berarti pada tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, gali cara yang lebih efektif, mengucapkan kata-kata yang tepat, benar dan mengesankan.
Itu berarti orang harus dapat berbicara jelas, singkat dan efektif. Jelasnya supaya mudah dimengerti. Dalam konteks ini pepatah china mengatakan “orang yang menembak banyak, belum tentu seorang penembak yang baik”. Orang yang berbicara banyak tidak selalu berarti seorang yang pandai bicara.


Latihan Analisis Teks Negosisasi Kelas X

Santo: “Halo, Pak” Penjual: “Halo, ada yang bisa saya bantu?” Salman: “Pak, berapa harga sepeda motornya?” Penjual: “Harganya Rp...